KompasMaluku.com. Bula – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur H. Muh. Abduh Ernas, S.Kom., M.Pd, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XII Tahun 2026 tidak boleh hanya dipandang sebagai acara seremonial rutin atau sekadar ajang mencari pemenang terbaik. Menurutnya, kegiatan ini harus mengalami pembaruan makna agar berperan strategis membentuk generasi yang mampu menghadapi pesatnya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan MTQ Tingkat Kabupaten yang berlangsung hari ini. Ia menekankan, di tengah derasnya arus perubahan dan kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan, pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an menjadi bekal utama yang paling relevan untuk memahami dan menyikapi berbagai dinamika kehidupan.
“MTQ adalah ruang membuktikan bahwa literasi Al-Qur’an adalah kemampuan paling penting untuk memahami kompleksitas zaman. Kita ingin pemuda di daerah ini tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki etika Islami, kemampuan berpikir kritis, serta mampu membumikan nilai-nilai luhur dengan kualitas yang bertaraf global,” ujarnya.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Kementerian Agama telah melaksanakan berbagai program pendukung, di antaranya Gerakan Mengaji Cinta Al-Qur’an atau Gema Cita, Bengkel Tahsin, serta berbagai kegiatan penyuluhan keagamaan yang diselenggarakan secara berjenjang dan berkelanjutan. Bahkan, pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah daerah agar disusun program hafalan Al-Qur’an yang terintegrasi di semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga menengah.
Meski telah menyiapkan berbagai langkah nyata, ia menilai upaya tersebut belum cukup jika hanya dilakukan oleh satu pihak. Ia mengajak semua elemen masyarakat, baik pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, maupun warga umum, untuk bersinergi secara luas dan berperan aktif.
“Kita butuh kolaborasi yang lebih masif. Semua pihak harus terlibat langsung, agar terlahir generasi yang sehat, cerdas, sejahtera, dan berakhlak mulia,” katanya.
Kepada para peserta yang tampil dalam kegiatan ini, ia menyampaikan pesan agar menjadikan keterampilan membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an sebagai kebanggaan sekaligus bekal kehidupan yang tak ternilai harganya.
“Tunjukkan bahwa menjadi orang yang beragama itu hal yang membanggakan. Jadikan setiap ayat yang kalian lantunkan sebagai energi untuk membangun daerah yang lebih inklusif, cerdas, dan bermartabat. Jangan hanya membaca Al-Qur’an secara lahiriah saja, tetapi biarkan maknanya meresap menjadi pedoman bertindak dan cara berpikir. Ingat, Al-Qur’an bukanlah ajaran masa lalu yang kaku, melainkan panduan hidup yang selalu relevan di setiap zaman,” pesannya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati SBT Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena, S.IP. MA, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Ketua dan pengurus LPTQ Kabupaten SBT.
Selain itu, turut hadir Ketua MUI bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan perempuan, dewan hakim, insan pers, serta para pimpinan kontingen dan kafilah peserta MTQ. (***)


